Sore hari hujan malu-malu mampir ke genting rumah.
Satu persatu tetes airnya menuju tanah.
hujan berziarah.
menapak pada tanah-tanah gunung.
pada sungai. pada laut..
Menjelang tengah siang, bulan tersenyum menunjukkan giginya yang putih,
pasir terhempas menuju kaki-kaki langit.
waktu menangkapnya dalam bingkai-bingkai kecil.
lalu terekstrak menjadi bagian-bagian yang sekarang tak terlihat penting.
No comments:
Post a Comment